Surabaya, 12 Maret 2025 — Dalam kajian rutin spesial bulan Ramadhan yang diadakan pada Selasa, 12 Maret 2025, Ust. Dr. H. M. Musfiqon, S.Ag., M.Pd., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, mengungkapkan pandangannya tentang mengeksplorasi kebaikan Ramadhan. Beliau memberikan pemahaman lebih dalam tentang keutamaan bulan Ramadhan dan bagaimana umat Muslim dapat memaksimalkan ibadah serta amal kebaikan selama bulan suci ini.
Dalam kajian tersebut, Ust. Musfiqon membagikan hal-hal yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalani Ramadhan dan kehidupan sehari-hari.
1. Bagaimana memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri dan memperbanyak amal shalih agar mendapatkan kebaikan yang lebih banyak dari Allah SWT
2. Ust. Musfiqon mengatakan jika Zakat Fitrah dapat mensucikan diri dari dosa-dosa yang pernah di perbuat. Zakat fitrah juga merupakan bentuk penyempurnaan ibadah puasa, sebagaimana sujud sahwi menyempurnakan shalat yang kurang. Zakat Fitrah menjadi simbol kesempurnaan Ramadan dan ibadah yang dianjurkan untuk dikeluarkan sebelum hari raya Idul Fitri.
3. ‘Pribadi Bil Hikmah’ adalah orang yang selalu mengetahui keutamaan perkara perkara yang ada pada dirinya dengan keutamaan ilmu yg dimiliki. Beliau menjelaskan jika orang yang mempunyai kearifan diri diatas orang berilmu itu disebut orang yang bijaksana. Maka orang tersebut mendapatkan kebaikan yang lebih banyak lagi seperti dalam Surat Al – Baqarah ayat 269 : “Allah memberikan hikmah kepada seseorang yang dikehendaki. Barangsiapa yang diberi hikmah tersebut, maka dia akan mendapatkan kebaikan yang banyak.”
Ust. Musfiqon menambahkan, “Saat ini adalah momentum terbaik karena masih ada banyak hari kedepan sampai hari raya idul fitri, maka mari kita temukan kebaikan-kebaikan bulan Ramadhan yang bisa membentuk diri kita menjadi pribadi yang bil hikmah, yang mendapatkan kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan.”
Dengan pemikiran ini, Ust. Musfiqon mengajak umat Islam untuk menjalani Ramadhan dengan memperbanyak kebaikan sampai menjadi pribadi yang bil hikmah, pribadi yang arif. (m)