
Surabaya — Upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah terus diperkuat. Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menerima kunjungan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Malang pada Senin (27/4/26), yang disambut hangat oleh Kepala BDK Surabaya. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan kesepakatan bersama untuk meningkatkan kompetensi kepala madrasah di Jawa Timur.
Kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara BDK Surabaya dan KKMI Kabupaten Malang tentang pelaksanaan Program Pelatihan Teknis Substantif Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Tahun 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha sebagai pihak pertama, dan Ketua KKMI Kabupaten Malang, Ahmad Syaikhu sebagai pihak kedua.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kepala madrasah menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Madrasah membutuhkan pemimpin yang adaptif, visioner, dan mampu membawa perubahan. Karena itu, penguatan kompetensi kepala madrasah harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi kelembagaan seperti ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kualitas manajemen pendidikan di madrasah terus meningkat.
Menurutnya, BDK Surabaya berkomitmen menghadirkan pelatihan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kepemimpinan strategis, inovasi, dan tata kelola lembaga pendidikan.
Sementara itu, Ketua KKMI Kabupaten Malang, Ahmad Syaikhu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan komitmen BDK Surabaya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah.
“Kepala madrasah adalah ujung tombak kemajuan lembaga, sehingga peningkatan kompetensinya akan berdampak langsung pada mutu pendidikan,” katanya.
Dalam dokumen kesepakatan tersebut, pelatihan akan dilaksanakan bagi kepala madrasah di Kabupaten Malang dengan jumlah peserta maksimal 40 orang per kelas. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan secara profesional dan berdaya saing.
Ruang lingkup kerja sama mencakup persiapan peserta dan panitia, penyediaan narasumber atau widyaiswara, penyiapan kurikulum dan silabus, sarana pelatihan, penerbitan sertifikat, hingga monitoring dan pengendalian mutu pelatihan.
Kolaborasi ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan madrasah di Jawa Timur terus bergerak melalui penguatan kepemimpinan dari level paling strategis. Ketika kepala madrasah diperkuat, maka masa depan madrasah akan semakin kokoh.
Penulis: Mutia
