
Surabaya – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan sosialisasi Massive Open Online Course (MOOC) melalui Learning Management System (LMS) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (29/4). Agenda strategis ini diikuti oleh 3.029 peserta yang terdiri dari formasi non-optimalisasi, optimalisasi, dan paruh waktu dari seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha menekankan bahwa orientasi ini merupakan langkah krusial bagi para PPPK untuk memperjelas status dan pengabdian mereka dalam lembaran negara sebagai ASN. Beliau menegaskan bahwa sesuai dengan UU ASN Nomor 20 Tahun 2023, setiap ASN wajib mengembangkan diri secara berkelanjutan melalui budaya belajar yang tinggi demi mendukung tuntutan kinerja organisasi. Penggunaan teknologi LMS dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam orientasi ini disebutnya sebagai bentuk penghormatan sekaligus tantangan bagi peserta untuk menguasai literasi digital di era birokrasi modern.
Acara yang dipandu oleh Ibnu Salim ini memberikan penjelasan teknis mendalam mengenai dua kewajiban utama peserta, yakni menuntaskan pembelajaran di portal Sibangkom LAN dan portal BDK Kemenag. Akses pembelajaran di portal LAN dijadwalkan mulai dapat dicoba pada 1 Mei mendatang menggunakan NIP sebagai identitas login utama. Peserta diinstruksikan untuk segera melengkapi profil di sistem, termasuk mengunggah foto formal berlatar merah yang akan digunakan secara permanen pada sertifikat kelulusan.
Materi orientasi mencakup berbagai agenda penting, mulai dari wawasan kebangsaan, analisis isu kontemporer, hingga nilai-nilai dasar ASN seperti pelayanan prima dan akuntabilitas. Seluruh rangkaian ini akan diakhiri dengan evaluasi akademik yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 (sesuai sistem). Agar dinyatakan lulus, peserta harus mencapai nilai minimal 70,01, di mana sistem memberikan kesempatan pengerjaan ulang hingga tiga kali untuk mencapai nilai maksimal (100). Melalui program ini, BDK Surabaya berharap seluruh PPPK Tahap 2 dapat membangun fondasi profesionalisme yang kokoh demi karir ASN yang cemerlang ke depannya.
Penulis: Mutia