BDK Surabaya Perluas Kolaborasi, Penguatan Kepala Madrasah Kini Hadir di Probolinggo

Komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah terus diperkuat. Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) bersama Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/5). MoU ini menjadi dasar pelaksanaan program pelatihan kepala madrasah di wilayah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, bersama Ketua KKMA Kabupaten Probolinggo, Ahmad Zamroni. Langkah ini merupakan inisiatif proaktif dari pihak KKMA untuk menghadirkan standarisasi pelatihan yang kredibel bagi para pimpinan madrasah di wilayahnya.

Sinergi untuk Mutu Pendidikan

Dalam arahannya, Muchammad Toha menyampaikan bahwa BDK Surabaya sangat terbuka terhadap inisiatif kolaborasi dari daerah. Menurutnya, kerja sama ini adalah bentuk “jemput bola” dalam mendistribusikan ilmu manajerial agar kualitas pendidikan madrasah merata di seluruh Jawa Timur.

“Kami hadir untuk memberikan pendampingan teknis dan manajerial yang terukur. Dengan adanya MoU ini, BDK Surabaya berkomitmen penuh untuk mengawal peningkatan kompetensi kepala madrasah di Probolinggo agar lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan digital,” ujar Toha.

Implementasi Program

Ketua KKMA Kabupaten Probolinggo, Ahmad Zamroni, menambahkan bahwa pemilihan BDK Surabaya sebagai mitra strategis didasarkan pada rekam jejak lembaga tersebut dalam menyelenggarakan kediklatan yang berkualitas. 

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menandai babak baru bagi penguatan kelembagaan madrasah di Kabupaten Probolinggo. Dengan sinergi ini, diharapkan lahir ekosistem pendidikan yang lebih solid demi mewujudkan tagline Madrasah Mandiri Berprestasi.

Penulis: Dewi

Scroll to Top