
Sebanyak 78 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS KPU Provinsi Jawa Timur Gelombang II mengikuti kegiatan Caraka Malam yang berlangsung khidmat di lingkungan Kodam V/Brawijaya, Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi salah satu momen reflektif sebagai puncak penguatan karakter dan nasionalisme bagi para calon abdi negara.
Kegiatan yang berlangsung di bawah pengawalan ketat personel Yonif Raider 500 ini menjadi momen emosional. Bukan sekadar latihan fisik, Caraka Malam kali ini dirancang khusus untuk menyentuh sisi spiritual dan mempertebal kecintaan terhadap tanah air.
Ikrar Kesetiaan di Tengah Keheningan
Prosesi dimulai dalam suasana gelap dan hening, di mana ke-78 peserta mengucapkan ikrar kesetiaan sebagai calon aparatur sipil negara. Di bawah saksi langit malam, janji untuk setia kepada NKRI dan dedikasi terhadap tugas di lingkungan KPU Provinsi Jawa Timur diucapkan dengan penuh kemantapan. Momen ini dilanjutkan dengan prosesi penghormatan melalui penciuman Bendera Merah Putih secara bergantian sebagai simbol penyerahan diri kepada bangsa dan negara.
Simbol Semangat yang Berkobar
Usai prosesi ikrar dan penghormatan bendera, suasana seketika berganti saat api unggun dinyalakan. Nyala api yang membumbung tinggi menjadi simbol semangat baru yang berkobar di dalam jiwa para peserta setelah melakukan renungan suci. Di sela-sela hangatnya api, pembacaan bait-bait puisi bertema perjuangan turut menambah kedalaman makna, mengingatkan peserta bahwa tugas berat penyelenggaraan demokrasi memerlukan mentalitas yang teguh.
Membentuk Karakter Tangguh
Pendampingan langsung dari personel Yonif Raider 500 memberikan warna kedisiplinan yang kuat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sinergi ini diharapkan mampu membentuk karakter CPNS yang tidak hanya unggul secara administratif, namun juga memiliki integritas dan loyalitas tinggi.
Kegiatan berakhir menjelang dini hari dengan suasana kebersamaan yang erat. Melalui Caraka Malam ini, para peserta diharapkan membawa pulang pesan bahwa pengabdian sesungguhnya bukan hanya soal tugas di meja kerja, tetapi tentang hati yang siap melayani negeri sepenuh jiwa.
Penulis: Dewi




