Resmi Ditutup, Latsar CPNS KPY JAtim Gelombang 1 Tekankan Etika, Disiplin, dan Profesionalitas

Langkah awal sebagai aparatur sipil negara bukan hanya soal kelulusan, tetapi tentang kesiapan menghadapi konsekuensi dan tanggung jawab. Pesan itulah yang mengemuka dalam penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan I, II, dan III Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Jawa Timur, Popong Angjarseno, menegaskan bahwa para CPNS harus memahami secara utuh hak dan kewajiban sebagai PNS, sekaligus mematuhi seluruh regulasi yang telah dipelajari selama Latsar. Ia mengingatkan bahwa tantangan sebagai ASN tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut integritas dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arahannya, Popong secara lugas memaparkan berbagai potensi pelanggaran yang kerap terjadi di lingkungan kerja, mulai dari disiplin kehadiran, persoalan utang piutang, penyalahgunaan media sosial, hingga konflik rumah tangga dan pengelolaan anggaran. Ia menekankan bahwa setiap tindakan, termasuk aktivitas di ruang digital, memiliki konsekuensi hukum dan disiplin.

“Jaga sikap, jaga tindakan, dan jaga etika. Bahkan dari hal kecil seperti penggunaan media sosial, bisa berdampak besar jika tidak bijak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, mengingat pengawasan terhadap instansi publik semakin ketat. Selain itu, peserta diminta terus meningkatkan kompetensi kepemiluan agar mampu beradaptasi dengan dinamika regulasi yang terus berubah.

Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha, mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri amanah sebagai PNS. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan perpaduan antara usaha dan ketentuan Tuhan yang tidak semua orang peroleh.

Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan melalui kinerja nyata dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mendorong peserta untuk bangga terhadap profesi sebagai ASN, karena dari kebanggaan tersebut akan tumbuh komitmen dan tanggung jawab dalam bekerja.

“Kesempatan ini adalah amanah. Balas dengan kinerja terbaik dan integritas yang kuat,” pesannya.

Penutupan ini menjadi titik awal bagi para CPNS untuk kembali ke unit kerja masing-masing dengan bekal nilai dasar ASN, sekaligus kesiapan menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Penulis: Alia

Scroll to Top