Dari Perencanaan hingga Pemanfaatan AI: Korwi BDK Surabaya Kupas Inovasi Pembelajaran Masa Depan

Surabaya — Koordinatoriat Widyaiswara (Korwi) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menyelenggarakan Webinar Seri 12 bertajuk “Inovasi Pembelajaran untuk Guru Masa Depan” sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Webinar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Widayanto, dengan materi Perencanaan Pembelajaran dan Khamim Thohari, yang membawakan materi Pembelajaran Cerdas Berbantuan Artificial Intelligence (AI), Rabu (1/7/26).

Pada sesi pertama, Widayanto, mengajak peserta memahami bahwa guru masa depan dituntut tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tetap berpegang pada nilai-nilai pendidikan. Menurutnya, pembelajaran yang berkualitas harus mampu mengintegrasikan inovasi, karakter, dan teknologi dalam satu kesatuan yang utuh.

Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran masa depan dibangun melalui sinergi antara Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), dan Artificial Intelligence (AI). Ketiga konsep tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

“Hubungan antara Kurikulum Berbasis Cinta, Pembelajaran Mendalam, dan Artificial Intelligence terletak pada integrasi ketiganya. AI berperan sebagai alat, Pembelajaran Mendalam sebagai proses, dan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai kompas nilai. Ketiganya bersama-sama membentuk pembelajaran masa depan,” jelas Widayanto.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi yang dapat membantu guru dalam berbagai aspek pembelajaran, mulai dari administrasi, pengembangan ide, penyusunan media pembelajaran, hingga pelaksanaan asesmen. Kehadiran AI diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja guru sehingga mereka memiliki lebih banyak ruang untuk membimbing dan mendampingi peserta didik.

Sementara itu, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) diposisikan sebagai proses pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful), dilakukan dengan penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi kompas nilai yang memberikan arah dan tujuan moral dalam setiap proses pembelajaran. Melalui kurikulum ini, guru diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, ilmu pengetahuan, serta bangsa dan negara sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

Pada sesi kedua, Khamim Thohari, membawakan materi bertajuk Pembelajaran Cerdas Berbantuan Artificial Intelligence (AI). Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan.

“Suka atau tidak suka, dalam pembelajaran kita harus benar-benar memperhatikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, terutama di era digital learning,” tegasnya.

Beliau menjelaskan bahwa Artificial Intelligence memiliki dua komponen utama, yaitu knowledge base (basis pengetahuan) dan inference engine (motor inferensi). Kedua komponen tersebut memungkinkan AI mengolah informasi dan menghasilkan berbagai solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.

Lebih lanjut, peserta diperkenalkan pada teknik penyusunan prompt yang efektif agar AI mampu menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan. Dua teknik yang diperkenalkan adalah Role–Task–Format (RTF) dan Context–Format–Question (CFQ). Menurut beliau, kualitas hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada kualitas instruksi atau prompt yang disusun oleh penggunanya.

Tidak hanya menjelaskan konsep, Khamim Thohari juga mendemonstrasikan berbagai implementasi AI dalam pembelajaran. Peserta diperlihatkan cara membuat rubrik penilaian menggunakan AI beserta contoh prompt yang digunakan sehingga dapat memahami bagaimana AI mampu membantu menyusun instrumen asesmen secara lebih cepat dan sistematis. Selain itu, beliau juga mendemonstrasikan pembuatan gambar menggunakan AI sebagai alternatif pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.

Demonstrasi dilanjutkan dengan pemanfaatan Google Canvas untuk menyusun soal, mengolah nilai akhir setiap peserta didik secara otomatis, hingga mempublikasikan hasil pembelajaran. Praktik tersebut memberikan gambaran nyata bahwa integrasi AI dengan platform digital mampu meningkatkan efisiensi administrasi guru sekaligus mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih efektif dan inovatif.

Melalui Webinar Seri 12 ini, Korwi BDK Surabaya berharap para guru semakin siap menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai kompas nilai, Pembelajaran Mendalam sebagai proses, dan Artificial Intelligence sebagai alat diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang lebih bermakna, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus mempersiapkan guru sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas.

Penulis: Dewi

Scroll to Top