
Surabaya (BDK Surabaya)— Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyiapkan pelaksanaan 42 angkatan orientasi ekoteologi sebagai bagian dari penguatan pemahaman aparatur Kementerian Agama terhadap kepedulian lingkungan dan nilai-nilai keagamaan. Program tersebut terdiri atas 41 angkatan Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama bagi PPPK serta 1 angkatan Orientasi Penggerak Ekoteologi bagi Pengawas.
Persiapan pelaksanaan kedua program tersebut dibahas dalam rapat di BDK Surabaya, Senin (5/10/2026). Kegiatan direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026 dengan pelaksanaan yang menjangkau Kampus BDK Surabaya dan wilayah kerja BDK Surabaya.
Dari 41 angkatan bagi PPPK, sebanyak 3 angkatan akan dilaksanakan di Kampus BDK Surabaya, sedangkan 38 angkatan lainnya dilaksanakan di wilayah kerja BDK Surabaya. Sementara itu, 1 angkatan Orientasi Penggerak Ekoteologi bagi Pengawas juga akan dilaksanakan di Kampus BDK Surabaya.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menyampaikan bahwa penguatan ekoteologi penting untuk membangun pemahaman aparatur mengenai keterkaitan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Ekoteologi bukan hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi bagaimana nilai-nilai keagamaan mendorong kita untuk menjaga dan merawat lingkungan. Karena itu, orientasi ini penting agar pemahaman tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari,” ujar Muchammad Toha.
Menurutnya, penguatan pemahaman tersebut perlu diarahkan pada penerapan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Dengan demikian, orientasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung kepedulian terhadap lingkungan.
Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama bagi PPPK akan dilaksanakan dalam 41 angkatan dan menjangkau berbagai wilayah kerja BDK Surabaya. Sementara itu, Orientasi Penggerak Ekoteologi bagi Pengawas diarahkan untuk memperkuat peran pengawas dalam mendorong penerapan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan kerja.
Pelaksanaan kedua program tersebut menjadi bagian dari dukungan BDK Surabaya terhadap program Kementerian Agama dalam memperkuat ekoteologi. Melalui jangkauan pelaksanaan yang luas, BDK Surabaya berupaya memastikan penguatan pemahaman tersebut dapat diterima oleh aparatur di berbagai wilayah kerja.
Melalui penyelenggaraan 42 angkatan tersebut, BDK Surabaya berkomitmen mendukung penguatan kompetensi dan pemahaman aparatur agar nilai-nilai ekoteologi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas serta memberikan kontribusi terhadap kepedulian lingkungan di lingkungan Kementerian Agama.
Penulis: Dewi Satya
