Sinergi BAZNAS dan Pusbangkom MKMB, Perkuat Kepemimpinan Kolaboratif untuk Optimalisasi Zakat

Surabaya (BDK Surabaya) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama RI memperkuat sinergi pengembangan kepemimpinan melalui kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pimpinan BAZNAS dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat.

Kolaborasi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) melalui kepemimpinan yang transformatif, kolaboratif, dan berintegritas. Penguatan kompetensi diharapkan mampu mendorong keselarasan kebijakan, meningkatkan efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan zakat, serta memperluas kontribusi lembaga zakat terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Dr. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., selaku Pelaksana Tugas Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.; Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB, Drs. H. Risani, M.H.; serta Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Dr. H. Moh. Arwani, M.Ag., M.H.I.; Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, H. Muhibuddin, S.Fil.I., M.E.; Kepala Subdirektorat Pengawasan Lembaga Pengelola Zakat, Dr. Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum., CLA., C.Med.; serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., bersama jajaran pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam rangkaian pembukaan, Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB, Drs. H. Risani, M.H., turut memberikan sambutan mewakili Pusbangkom MKMB. Kehadiran Pusbangkom MKMB dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi pengembangan kompetensi untuk mendukung peningkatan kapasitas kepemimpinan dan penguatan kelembagaan pengelola zakat.

Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, dalam sambutan selamat datang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia memandang pertemuan para pimpinan dan tokoh yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan zakat sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus melahirkan gagasan yang mampu mendorong pengembangan ekonomi umat.

Muchammad Toha menekankan bahwa besarnya potensi zakat perlu diikuti dengan langkah konkret agar dana yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan zakat harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Menurutnya, profesionalitas dan pertanggungjawaban merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan dana umat. Dengan tata kelola yang baik, lembaga zakat diharapkan semakin dipercaya masyarakat dan mampu memperluas manfaat program pemberdayaan.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, dalam laporan penyelenggaraan kegiatan menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kematangan tata kelola ZIS-DSKL.

Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 3 yang menekankan peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan serta optimalisasi manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Berdasarkan data pengelolaan zakat nasional yang dipaparkan Muhibuddin, pada 2025 tercatat 748 lembaga pengelola zakat dengan penghimpunan dana mencapai Rp44,698 triliun dan penyaluran sebesar Rp44,288 triliun. Meski menunjukkan capaian yang besar, potensi zakat yang belum tergarap secara optimal masih menjadi tantangan dalam penguatan pengelolaan dana sosial keagamaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Muhibuddin menekankan pentingnya penguatan integritas kelembagaan, peningkatan kualitas tata kelola, integrasi data, serta pengembangan sistem pengamanan dan akuntabilitas. Pengelolaan zakat juga perlu didukung pemanfaatan data sosial ekonomi dan sistem informasi agar program pendistribusian maupun pendayagunaan semakin tepat sasaran.

Menurutnya, sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS harus dibangun secara berjenjang agar kebijakan dan pelaksanaan program berjalan selaras. Kesinambungan antara program pemerintah provinsi dan BAZNAS provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota dan BAZNAS setempat, menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership Jawa Timur 2026 diikuti 44 peserta yang terdiri atas lima pimpinan BAZNAS tingkat provinsi, 38 pimpinan BAZNAS kabupaten/kota, serta dua peserta dari unsur pemberdayaan agama. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan yang transformatif, kolaboratif, dan berintegritas, sekaligus menerjemahkan peningkatan kompetensi menjadi program yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan kepemimpinan BAZNAS juga disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur yang diwakili Akhmad Jazuli menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Akhmad Jazuli mengingatkan bahwa bekerja dan menghasilkan kinerja merupakan dua hal yang berbeda. Setiap program perlu memiliki tujuan yang jelas, dilaksanakan secara terencana, dan dievaluasi berdasarkan capaian yang dihasilkan.

Ia juga menekankan bahwa profesionalitas harus berjalan beriringan dengan keikhlasan dan integritas. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat sekaligus membangun hubungan kerja yang harmonis antarpemangku kepentingan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pengetahuan dan strategi yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat diterapkan serta disebarluaskan di lembaga masing-masing. Dengan demikian, peningkatan kompetensi kepemimpinan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap penguatan tata kelola zakat di Jawa Timur.

Rangkaian pembukaan juga memuat agenda pemberian penghargaan kepada Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., atas terpilihnya sebagai Tokoh Muda Nahdiyin Inspiratif Tahun 2026 oleh Forum Komunikasi Jurnalis Nahdiyin.

Sinergi BAZNAS dan Pusbangkom MKMB melalui kegiatan yang diselenggarakan di BDK Surabaya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengembangan kompetensi kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan kelembagaan. Penguatan kapasitas pimpinan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan manajerial, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor, pengambilan keputusan berbasis data, serta efektivitas program pemberdayaan mustahik.

Melalui kepemimpinan yang profesional, tata kelola yang akuntabel, dan sinergi kelembagaan yang semakin solid, pengelolaan zakat diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih optimal terhadap peningkatan kemandirian ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Penulis: Alia Ni’am

Scroll to Top