Bukan Soal Hadiah atau Kemewahan, Inilah Makna HUT RI yang Sebenarnya

Surabaya – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak selalu diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong. Nilai itulah yang menjadi landasan persiapan peringatan HUT RI yang tengah dilakukan di berbagai instansi, termasuk di lingkungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, BDK Surabaya menggelar rapat pada Selasa (21/7/2026) untuk mematangkan pelaksanaan jalan sehat dan berbagai perlombaan yang akan diikuti seluruh pegawai. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai agenda perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang mempererat kolaborasi, menumbuhkan jiwa nasionalisme, dan memperkuat solidaritas antarsesama pegawai.

Berbeda dengan penyelenggaraan kegiatan yang mengandalkan anggaran besar, perayaan HUT RI di BDK Surabaya justru dibangun melalui semangat gotong royong. Seluruh pembiayaan berasal dari sumbangan sukarela para pegawai sebagai wujud partisipasi dan rasa memiliki terhadap kegiatan bersama.

Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha menegaskan bahwa nilai utama yang ingin dibangun bukanlah kemewahan acara, melainkan kebersamaan yang tercipta selama proses persiapan hingga pelaksanaannya.

“Kegiatan ini adalah ruang untuk meningkatkan kerja sama antarpegawai. Prinsipnya adalah lomba semeriah mungkin dengan dana seminimal mungkin,” ujar Muchammad Toha.

Ia juga menekankan bahwa semangat gotong royong merupakan karakter bangsa yang perlu terus dipelihara, termasuk di lingkungan aparatur sipil negara. Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi semangat berkarya dan membangun kebersamaan.

Lebih dari sekadar hiburan, jalan sehat dan berbagai perlombaan diharapkan menjadi media untuk memperkuat komunikasi lintas bagian, menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis, serta menumbuhkan rasa saling mendukung dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Nilai tersebut relevan dengan tantangan birokrasi saat ini yang menuntut kolaborasi dan efisiensi. Melalui kegiatan sederhana yang lahir dari partisipasi bersama, BDK Surabaya ingin menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari lingkungan kerja.

Perayaan HUT RI pada akhirnya bukan hanya tentang memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa budaya gotong royong, persatuan, dan kepedulian antarsesama merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat sekaligus memperkuat pelayanan publik.

Penulis: Mutia

Scroll to Top