Pelatihan Dikatakan Sukses Jika Memiliki Kriteria Ini!

Kegiatan Upacara Penutupan Pelatihan Reguler (15/06/24).

Seringkali kita mengikuti pelatihan-pelatihan hanya demi hadir, tanpa mempertimbangkan manfaatnya secara mendalam.

Padahal, hal ini tidak memberikan hasil yang optimal. Kita harus memahami terlebih dahulu skill apa yang benar-benar kita butuhkan untuk melaksanakan tugas dan fungsi di organisasi atau instansi kita sebelum memilih pelatihan yang akan kita ikuti, agar memperoleh output yang maksimal.

“Kesuksesan suatu pelatihan dapat dilihat dari adanya input, proses, output dan outcome”papar Dr. H. Muslimin, MM, Kasubbag TU BDK Surabaya, dalam sambutan penutupan Pelatihan Reguler terakhir di kampus BDK Surabaya, Sabtu (15/6/24).

  • Input yang Berkualitas: Peserta pelatihan dipilih dengan hati-hati, memastikan bahwa mereka memiliki keterkaitan yang langsung dengan tugas dan fungsi yang mereka jalani. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan baru dengan maksimal di tempat kerja.
  • Proses Efisien: Proses pelatihan dianggap sukses jika dilakukan secara efisien. Contohnya, pelatihan dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat, dalam hal ini selama lima hari, dengan didukung oleh instruktur yang profesional dan fasilitas pelatihan yang memadai.
  • Output yang Berkualitas: Output dari pelatihan mencakup tidak hanya sertifikat dan nilai yang baik, tetapi juga perubahan nyata dalam keterampilan, sikap, dan etos kerja peserta di tempat kerja mereka. Ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi dan produktivitas peserta.
  • Outcome yang Positif: adanya rencana tindak lanjut (RTL) dan diseminasi hasil pelatihan

Dengan memenuhi kriteria-kriteria ini, sebuah kegiatan pelatihan dianggap berhasil dan memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM serta pencapaian tujuan organisasi terkait.

Selain 4 indikator tersebut, Muslimin menjelaskan jika pelatihan juga harus memberikan manfaat dan juga dampak yang signifikan. Dimana dapat memberikan memberikan manfaat yang luas bagi organisasi tempat peserta bekerja, Kementerian Agama, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Serta mplementasi pelatihan yang sukses berdampak positif pada citra organisasi di mata masyarakat, termasuk madrasah, pemerintah, dan kementerian. Citra yang baik ini memperkuat posisi organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya.

Di akhir pidatonya, kasubbag TU menegaskan bahwa setiap akhir tahun, BDK Surabaya melakukan monitoring terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan. Hal ini penting untuk mengevaluasi benefit dan dampak pelatihan serta memastikan bahwa standar mutu akreditasi terpenuhi.

Pelatihan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 15 Juni 2024, diikuti sejumlah 140 peserta yang terdiri dari 4 pelatihan, Yaitu Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Pengawas Angkatan V, Pelatihan Matematika MA, Bahasa Arab MTs dan Biologi MA. Peserta pelatihan merupakan perwakilan dari setiap Kantor Kementerian Agama Wilayah kab/kota se-Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, H. Ahmad Fuady, S.Ag, M.Pd.

Upacara Pelatihan ditutup dengan pemberian piagam bagi 3 peserta terbaik setiap pelatihan dan pelepasan kartu tanda peserta oleh Kasubbag TU BDK Surabaya yang didampingi oleh Ketua Panitia Penyelenggara.

Scroll to Top