
Surabaya (BDK Surabaya) — Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas menekankan pentingnya membangun integritas ASN dengan mencintai Kementerian Agama dan diri sendiri. Menurutnya, kecintaan tersebut perlu tercermin dalam sikap dan cara ASN menjalankan tugas.
Pesan tersebut disampaikan Khairunas saat memberikan pembinaan kepada seluruh ASN BDK Surabaya, Kamis (8/10/2026).
Khairunas menjelaskan, membangun integritas dapat dimulai dari kecintaan terhadap Kementerian Agama dan diri sendiri. Rasa memiliki terhadap Kementerian Agama akan mendorong ASN untuk peduli terhadap kondisi institusi serta menjaga dan merawat apa yang menjadi tanggung jawab bersama.
“Kalau kita mencintai Kemenag, ketika ada yang rusak tentu kita harus peduli. Jangan sampai kita sendiri yang justru merusaknya,” ujar Khairunas.
Selain mencintai Kementerian Agama, Khairunas mengajak ASN untuk mencintai diri sendiri dan keluarga. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memastikan apa yang diberikan kepada keluarga berasal dari cara yang benar dan halal.
“Kalau kita sayang pada diri sendiri dan keluarga kita, maka berikan makanan yang halal,” pesannya.
Menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang tidak benar menjadi bagian dari upaya membangun integritas. Hal tersebut juga berkaitan dengan amanah yang lebih besar dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Amanah tersebut kemudian perlu dijalankan dengan penuh keikhlasan. Khairunas mengingatkan agar pekerjaan tidak sekadar dilakukan untuk menggugurkan kewajiban.
“Kerja niatkan karena Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban. Semakin kita ikhlas, semakin banyak ilmu yang diserap oleh peserta diklat kita,” ujarnya.
Keikhlasan tersebut menjadi bagian dari kualitas pengabdian. Menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik menjadi bagian penting dalam membangun integritas.

Melalui pembinaan tersebut, Khairunas mendorong ASN BDK Surabaya untuk menjadikan integritas sebagai kebiasaan, bukan sekadar slogan. Kecintaan kepada Kementerian Agama dan diri sendiri harus tercermin dalam cara bekerja, mengambil keputusan, menjaga amanah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Pembinaan tersebut turut didampingi Kepala BDK Surabaya Muchammad Toha, Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Surabaya Anton Sasono, dan Koordinator WI BDK Surabaya Makmun Hidayat.
Penulis: Dewi Satya
