Jelang Pelatihan Moderasi Beragama dan Bimtek Ekoteologi di Berbagai Wilayah, BDK Surabaya Perkuat Sistem Kerja dan Kolaborasi

Balai Diklat Keagamaan Surabaya menggelar rapat persiapan pelaksanaan pelatihan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Aula BDK Surabaya. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala BDK Surabaya dan diikuti oleh jajaran pimpinan, koordinator widyaiswara, para ketua tim kerja, serta seluruh pegawai. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan pelaksanaan berbagai program pelatihan yang akan digelar BDK Surabaya dalam waktu dekat, sekaligus menyamakan persepsi seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan diklat.

Dalam arahannya, Kepala BDK Surabaya menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang berlandaskan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pelatihan. Ia menyampaikan bahwa kedisiplinan yang dibangun secara konsisten akan membentuk kebiasaan kerja yang baik dan menciptakan lingkungan kerja yang profesional. Menurutnya, sebuah sistem kerja yang kuat terkadang berawal dari proses yang tidak selalu nyaman, namun dalam jangka panjang justru akan mempermudah pekerjaan serta meningkatkan kualitas kinerja lembaga.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karakteristik lembaga diklat memiliki kemiripan dengan lingkungan perguruan tinggi. Dalam konteks tersebut, widyaiswara memiliki peran sebagai pendidik yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran, sementara karyawan berperan sebagai tenaga kependidikan yang mendukung kelancaran penyelenggaraan pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan kesamaan persepsi dan sinergi antar unsur agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta pelatihan.

Kepala BDK Surabaya juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi bagi seluruh pegawai, termasuk kemampuan komunikasi dan public speaking yang menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pelatihan. Selain itu, penampilan dan sikap profesional juga menjadi perhatian karena seluruh pegawai pada dasarnya merupakan representasi lembaga di hadapan peserta maupun para pemangku kepentingan. Sikap yang ramah, profesional, serta mampu menjaga batasan dalam berinteraksi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan produktif.

Sementara itu, Koordinator Widyaiswara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dari sisi substansi pembelajaran, tim pengajar telah menyiapkan berbagai materi pelatihan yang akan digunakan dalam kegiatan diklat. Materi tersebut telah disusun dan disosialisasikan kepada para widyaiswara yang akan bertugas, sehingga secara substansi kegiatan pelatihan dinilai telah siap untuk dilaksanakan. Persiapan ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih terarah, sistematis, serta relevan dengan kebutuhan peserta.

Pada kesempatan yang sama, tim pelatihan juga memaparkan rencana pelaksanaan sejumlah program pelatihan yang akan menjangkau beberapa daerah. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pelatihan penguatan moderasi beragama yang menyasar masyarakat luas dari berbagai latar belakang agama. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Selain itu, BDK Surabaya juga akan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis di beberapa wilayah sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami isu-isu keagamaan yang relevan dengan konteks kehidupan saat ini, termasuk penguatan kesadaran terhadap nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Kegiatan tersebut akan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang sehingga diharapkan mampu mendorong dialog dan pemahaman lintas perspektif.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan berbagai kesiapan teknis yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, mulai dari penyediaan materi pembelajaran, panduan pelaksanaan, hingga mekanisme pelaporan kegiatan. Seluruh persiapan tersebut dirancang agar proses penyelenggaraan pelatihan dapat berjalan secara tertib, terstruktur, dan akuntabel.

Melalui rapat persiapan ini, BDK Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan melalui kerja sama yang solid, kedisiplinan, serta profesionalitas seluruh unsur yang terlibat. Dengan persiapan yang matang, diharapkan berbagai program pelatihan yang diselenggarakan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi masyarakat serta mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan inklusif.

Penulis: Alia

Scroll to Top