Ketika Kepala Madrasah Diingatkan Kembali: Guru Adalah Awal dari Semua Profesi

Probolinggo — Pelaksanaan Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dan Kepala Raudhatul Athfal (RA) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya memasuki hari keempat, Kamis (11/06/2026). Bertempat di MAN 2 Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, sebanyak 120 peserta mendapatkan penguatan motivasi, nilai kepemimpinan, dan refleksi tentang makna pengabdian sebagai pendidik dari Kepala BDK Surabaya, KH. Dr. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si.

Dalam sesi penguatan yang berlangsung setelah waktu istirahat, shalat, dan makan (Ishoma), Kepala BDK Surabaya menyampaikan pentingnya para kepala madrasah dan kepala RA memahami posisi strategisnya sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Menurutnya, keberhasilan madrasah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan, keteladanan, dan komitmen seluruh warga madrasah.

“Madrasah yang hebat lahir dari guru-guru yang terus belajar, kepala madrasah yang mampu menginspirasi, serta seluruh warga madrasah yang memiliki visi yang sama untuk melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Dr. Muchammad Toha juga mengajak peserta untuk kembali merenungkan kemuliaan profesi guru. Ia menyampaikan bahwa guru memiliki peran fundamental dalam melahirkan berbagai profesi dan membangun peradaban.

Beliau memberikan gambaran bahwa setiap profesi besar yang ada saat ini tidak terlepas dari peran seorang guru. Mulai dari dokter, ilmuwan, pemimpin, hingga berbagai profesi lainnya, semuanya berawal dari proses pendidikan yang diberikan oleh seorang guru.

“Jangan pernah merasa kecil menjadi guru. Karena guru adalah profesi yang melahirkan seluruh profesi. Guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan membangun peradaban bangsa,” ungkapnya.

Selain memberikan penguatan tentang profesi guru, Kepala BDK Surabaya menekankan bahwa kepala madrasah harus mampu menjadi pemimpin perubahan (agent of change) di lingkungan kerjanya. Kepala madrasah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu menggerakkan inovasi, membangun budaya kerja yang profesional, serta menjadi teladan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Penyampaian materi berlangsung dengan suasana komunikatif dan interaktif. Dengan gaya yang santun dan humoris, KH. Dr. Muchammad Toha mampu menciptakan suasana yang dekat dengan peserta. Pesan-pesan kepemimpinan yang disampaikan menjadi penguatan bagi peserta dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin lembaga pendidikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala MAN 2 Pajarakan, serta Tim BDK Surabaya. Sebelum sesi utama dimulai, moderator kegiatan Dr. H. Muhammad As’adi, M.Pd.I., menyampaikan profil singkat Kepala BDK Surabaya sebagai pengantar bagi peserta.

Setelah sesi penguatan, kegiatan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama Kepala BDK Surabaya dan seluruh peserta diklat. Para peserta kemudian kembali mengikuti rangkaian pembelajaran sesuai jadwal yang telah disusun oleh BDK Surabaya.

Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya terus mendorong penguatan kompetensi para kepala madrasah dan kepala RA agar mampu menjadi pemimpin pendidikan yang profesional, inspiratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas madrasah.

Penulis: Alia

Scroll to Top