Rapat LKj BDK Surabaya Ungkap Tantangan Lama, Alarm untuk 2026

Surabaya — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bergerak cepat mengawali tahun 2026 dengan menggelar rapat penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Triwulan I, Rabu (1/4/2026). Rapat strategis ini menjadi langkah awal dalam memastikan arah program berjalan lebih terukur, efektif, dan berdampak.
Dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Anton Sasono, rapat tersebut dihadiri oleh tim penyusun LKj yang terlibat dalam proses perencanaan dan evaluasi kinerja lembaga. Fokus utama pembahasan tidak hanya pada penyusunan laporan administratif, tetapi juga pada upaya reflektif terhadap capaian tahun sebelumnya.
Dalam arahannya, Anton menegaskan bahwa penyusunan LKj bukan sekadar rutinitas pelaporan, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas program. “Kita tidak hanya menyusun laporan, tapi membaca kembali perjalanan kinerja kita. Dari situ, kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya melakukan identifikasi terhadap capaian dan tantangan pada tahun 2025 sebagai pijakan dalam merancang program 2026. Menurutnya, evaluasi yang jujur dan komprehensif akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Sejalan dengan itu, dalam pembahasan rapat terungkap bahwa tim penyusun LKj diminta lebih teliti dalam memetakan indikator kinerja serta memastikan keselarasan antara perencanaan dan realisasi program. Hal ini dilakukan agar laporan yang dihasilkan tidak hanya akuntabel, tetapi juga mampu menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
Anton juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kualitas laporan mencerminkan profesionalisme lembaga. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh tim untuk bekerja secara kolaboratif dan detail dalam setiap tahapan penyusunan.
Rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa BDK Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kinerja. Dengan menjadikan evaluasi sebagai fondasi, lembaga ini optimistis mampu menghadirkan program-program pelatihan yang lebih adaptif dan relevan di tahun 2026.
Penulis: Mutia
Scroll to Top