Siap-Siap! BDK Surabaya Matangkan Persiapan Diklat PBJ Tatap Muka

Surabaya — Kabar segar buat peningkatan kompetensi ASN! Persiapan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) Bersertifikasi kini mulai dimatangkan. Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi pada Senin (8/6/2026) untuk membahas kesiapan pelatihan yang rencananya digulirkan antara Juli hingga Agustus 2026 mendatang.

Rapat koordinasi kali ini berjalan cukup intens dengan dihadiri langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, serta jajaran perwakilan dari Kanwil Kemenag Jatim. Berbagai poin penting dikupas tuntas, mulai dari skema pelatihan, metode pembelajaran, kesiapan sarana pendukung, hingga urusan administratif agar pelaksanaan kegiatan nantinya bisa berjalan mulus dan tepat sasaran.

Pelatihan PBJ Bersertifikasi ini dirancang sebagai bagian dari kerja sama (MoU) antara Kanwil Kemenag Jatim dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB). Nah, dalam kolaborasi ini, BDK Surabaya mengambil peran penting sebagai tempat penyelenggaraan sekaligus pendukung teknis jalannya diklat.

Menariknya, pelatihan ini bakal dikemas secara tatap muka (offline) langsung di kampus BDK Surabaya. Sebelum masuk kelas, para peserta nantinya akan mencicipi pembelajaran daring terlebih dahulu lewat metode Massive Open Online Course (MOOC). Setelah masa daring selesai, baru mereka akan berkumpul di BDK Surabaya untuk pendalaman materi klasikal hingga pelaksanaan ujian sertifikasi.

Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menegaskan bahwa kesiapan sarana tempat dan teknis menjadi prioritas utama demi kenyamanan peserta selama diklat luring.

“Kami di BDK Surabaya siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas tempat maupun kesiapan teknis pembelajaran. Karena pelatihan ini akan digelar secara offline, kami ingin memastikan seluruh prosesnya berjalan nyaman dan efektif bagi para peserta,” ujar Muchammad Toha di sela-sela rapat.

Tidak hanya fokus pada urusan teknis kelas, rapat juga mulai menghitung kesiapan anggaran serta beberapa kebutuhan penunjang lainnya. Langkah cepat pun diambil; sejumlah administrasi dan koordinasi lanjutan akan segera dirampungkan dalam waktu dekat agar seluruh persiapan berjalan sesuai timeline.

Lewat pelatihan ini, ASN Kementerian Agama diharapkan bakal makin siap, jago, dan percaya diri dalam mengawal tugas-tugas pengadaan barang/jasa pemerintah. Bukan sekadar kejar sertifikat dan tambah kompetensi, program ini adalah langkah nyata untuk terus mendorong tata kelola kerja yang profesional serta akuntabel.

Penulis: Dewi

Scroll to Top