Bukan Sekadar Pajangan, Widyaiswara BDK Surabaya Ajak Pegawai Hidupkan Slogan Kinerja

SURABAYA – Komitmen terhadap budaya kerja tidak cukup dibangun lewat aturan tertulis ataupun slogan yang terpampang di sudut ruangan. Lebih dari itu, nilai-nilai organisasi perlu hadir dalam perilaku sehari-hari sebagai cerminan integritas seorang aparatur sipil negara (ASN). Pesan inilah yang mengemuka dalam apel Senin pagi yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya pada Senin (25/5) di halaman kantor dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan serta pegawai.

“Slogan kinerja jangan hanya menjadi tulisan di dinding atau seragam, tetapi harus benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari,” tegas Widyaiswara BDK Surabaya, Muhammad Miftahusiroyudin, saat bertindak sebagai pembina apel.

Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa sebuah instansi pelayanan publik idealnya memiliki slogan performa kerja yang tidak berhenti pada tampilan visual semata. Menurutnya, slogan tersebut harus menjadi komitmen bersama yang tercermin dalam etos kerja, tanggung jawab, dan sikap pegawai, baik di lingkungan kantor maupun di ruang publik.

Ia juga mengingatkan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai ASN semestinya tumbuh dari kesadaran diri, bukan semata karena pengawasan atau instruksi atasan. Berkaca dari berbagai fenomena sosial yang ditemui di masyarakat, identitas ASN tetap melekat di mana pun berada sehingga perilaku sehari-hari perlu mencerminkan nilai-nilai integritas dan profesionalisme.

Menutup amanatnya, Muhammad Miftahusiroyudin mendorong lahirnya slogan kinerja yang lebih representatif dan solutif di lingkungan BDK Surabaya. Bahkan, ia mengusulkan agar perumusannya dapat melibatkan seluruh pegawai melalui kompetisi ide internal sebagai upaya membangun rasa memiliki terhadap budaya kerja organisasi yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Penulis: Dewi

Scroll to Top