
PROBOLINGGO — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dan Kepala Raudhatul Athfal (RA) yang diselenggarakan di MAN 2 Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada 8–12 Juni 2026.
Kegiatan hasil sinergi antara BDK Surabaya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, dan Kepala MA se-Kabupaten Probolinggo. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, peserta dibagi ke dalam tiga angkatan yang masing-masing berjumlah 40 orang.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis BDK Surabaya dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala madrasah sebagai aktor utama peningkatan mutu pendidikan Islam. Melalui program ini, para peserta dibekali kompetensi kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat di Aula Lantai II MAN 2 Pajarakan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang membangkitkan semangat kebangsaan sekaligus memperkuat identitas pendidikan Islam.
Dalam laporan panitia, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Muhammad As’adi, M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan kompetensi kepala madrasah merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk memastikan lembaga pendidikan mampu terus berkembang dan menjawab tuntutan zaman.
“Kepala madrasah adalah motor penggerak perubahan. Dari tangan para pemimpin inilah arah kebijakan, budaya mutu, dan kemajuan lembaga ditentukan. Karena itu, penguatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.
Mewakili BDK Surabaya, Dr. H. Darmani, M.A., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BDK Surabaya sebagai mitra dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antar kepala madrasah. Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya berharap lahir pemimpin-pemimpin madrasah yang visioner, inspiratif, serta mampu mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BDK Surabaya. Semoga kegiatan ini menjadi ruang belajar yang produktif, memperkuat jejaring profesional, dan melahirkan pemimpin madrasah yang berintegritas serta mampu membawa perubahan positif bagi lembaganya masing-masing,” ungkap Darmani.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kualitas madrasah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki kepala madrasah. Ia mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebagai sarana memperkuat kapasitas diri dan memperluas wawasan kepemimpinan.
Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan kepala RA, MI, MTs, dan MA. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya proses penguatan kompetensi yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang profesional, inovatif, dan berdaya saing.
Selama lima hari ke depan, peserta akan mengikuti berbagai sesi pembelajaran bersama widyaiswara dan narasumber profesional dari BDK Surabaya. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, pengembangan budaya mutu, serta kemampuan menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan masa depan.
Melalui pelatihan ini, BDK Surabaya terus mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi aparatur dan tenaga kependidikan keagamaan yang berkomitmen mencetak pemimpin-pemimpin madrasah yang unggul, adaptif, dan berintegritas demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Penulis: Alia


