Pendidikan Jadi Prioritas Pemerintah dalam APBN 2027

Surabaya (BDK Surabaya)— Pendidikan menjadi salah satu dari delapan program kerja prioritas pemerintah dalam arah pembangunan nasional tahun 2027. Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Anton Sasono, saat memberikan pembinaan pada apel pagi di lingkungan BDK Surabaya, Senin (5/10/2026).

Anton menyampaikan, pemerintah bersama DPR telah menetapkan APBN 2027 dengan tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat.” Arah kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Anton menjelaskan bahwa program kerja prioritas pemerintah tahun 2027 dikelompokkan ke dalam delapan klaster. Kedelapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.

Masuknya pendidikan dalam delapan program prioritas tersebut, menurut Anton, menunjukkan bahwa pendidikan memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, kita perlu terus mendukungnya melalui penguatan kompetensi, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pelaksanaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Anton.

Ia menambahkan, sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengembangan kompetensi aparatur, BDK Surabaya memiliki peran untuk mendukung prioritas tersebut melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas.

Menurutnya, pengembangan kompetensi tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan pelatihan. Lebih dari itu, hasil pembelajaran perlu dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja aparatur.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap pelatihan yang dilaksanakan tidak hanya selesai sebagai sebuah kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat dan perubahan dalam pelaksanaan tugas,” jelasnya.

Anton juga mengajak seluruh pegawai untuk memahami arah kebijakan pemerintah dan menghubungkannya dengan tugas serta fungsi masing-masing. Pemahaman tersebut penting agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, dukungan terhadap prioritas pendidikan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan program pengembangan kompetensi, serta komitmen seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas secara profesional.

Melalui penguatan pendidikan dan pengembangan kompetensi, BDK Surabaya terus mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan SDM yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian pembangunan nasional.

Penulis: Dewi Satya

Scroll to Top