Kepala Madrasah Diminta Jadi Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pemegang Jabatan

Di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi banyak lembaga pemerintah, kepala madrasah diminta untuk tidak kehilangan keberanian dalam berinovasi. Pesan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, saat memberikan arahan kepada peserta Pelatihan Kepala Madrasah yang digelar di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Senin (18/5/26).

Menurut Muhammad Muslim, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pendidikan di madrasah. Justru di tengah situasi tersebut, kepala madrasah dituntut mampu menjadi pemimpin yang adaptif, kreatif, dan berani melahirkan perubahan di lingkungan kerjanya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang tetap berjalan di tengah berbagai tantangan. Di hadapan para peserta, Muhammad Muslim mengingatkan bahwa kepala madrasah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan figur yang menentukan arah dan masa depan lembaga pendidikan. Karena itu, seorang pemimpin madrasah harus memiliki keyakinan kuat terhadap peran strategisnya dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas.

Suasana pembukaan berlangsung hangat namun penuh perhatian. Para peserta tampak menyimak setiap arahan yang disampaikan, terutama ketika Muhammad Muslim berbicara mengenai pentingnya kepemimpinan yang terus bergerak maju dan tidak cepat merasa puas terhadap capaian hari ini.

“Memimpin itu terus melakukan perubahan-perubahan yang ada pada lembaga. Orang hebat, orang penting, dengan misi kekhalifahan yang baik itu, tidak gampang puas dengan apa yang dicapai hari ini. Karena hari esok itu harus menjadi lebih baik dari hari ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kepala madrasah saat ini harus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, seorang pemimpin pendidikan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga dituntut menjadi penggerak perubahan yang mampu membawa madrasah berkembang lebih maju.

Lebih lanjut, Muhammad Muslim menjelaskan empat peran penting yang wajib dimiliki kepala madrasah, yakni sebagai pemimpin (leader), pengelola sistem (administrator), pembina guru (supervisor), dan pencipta inovasi (innovator). Keempat peran tersebut, kata dia, harus berjalan beriringan agar madrasah mampu tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang kuat dan berdaya saing.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi kepemimpinan, tetapi juga membawa pulang semangat baru untuk menghadirkan perubahan nyata di madrasah masing-masing. Sebab, di tengah berbagai keterbatasan, kualitas pendidikan tetap membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak berhenti bergerak.

Penulis: Mutia

Scroll to Top