
SURABAYA – Memasuki tahap klasikal, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya mulai memperkuat penanaman disiplin bagi peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur. Penguatan ini ditandai melalui apel pagi yang digelar pada Senin (27/04) di lapangan BDK Surabaya.
Hari pertama ini menjadi awal bagi peserta dalam mengikuti pembelajaran klasikal yang akan berlangsung selama enam hari ke depan. Sebanyak 78 peserta dari Angkatan IV dan V mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari Latsar Gelombang II, setelah sebelumnya Gelombang I telah lebih dahulu dilaksanakan.
Bertindak sebagai pembina apel, Danang Eka Sandi menyampaikan bahwa tahap klasikal bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang awal pembentukan karakter bagi para calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kedisiplinan, ketaatan, dan loyalitas peserta akan mulai terlihat dari bagaimana mereka mengikuti setiap aturan dan aktivitas selama pelatihan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan di lingkungan BDK Surabaya telah diatur dalam tata tertib yang jelas dan terstruktur, mulai dari bangun pagi, olahraga, hingga pelaksanaan ibadah sesuai agama masing-masing. Peserta diwajibkan sudah siap di lapangan pada pukul 06.45 WIB, serta mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib, termasuk makan pagi bersama yang dilakukan secara seragam tanpa ada yang mendahului.
Selain itu, aspek penampilan juga menjadi perhatian penting. Peserta diwajibkan mengenakan atribut lengkap sesuai ketentuan, mulai dari topi, lencana Korpri, papan nama, hingga tanda peserta, serta menggunakan seragam yang rapi dan sesuai standar. Penampilan yang tertib dan rapi dinilai sebagai bagian dari kesiapan ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menjaga kedisiplinan, pengawasan dilakukan tidak hanya oleh penyelenggara, tetapi juga melibatkan peran aktif ketua kelas. Di mana setiap pelanggaran akan dikenakan konsekuensi sesuai aturan yang berlaku. Tanda peserta pun dipandang sebagai simbol amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Melalui tahap klasikal ini, BDK Surabaya berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu membangun kebiasaan disiplin dan tanggung jawab sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai ASN di masa mendatang.
Penulis: Dewi


