
Surabaya – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah terus diperkuat sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran IPA Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diikuti 40 guru IPA MTs dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Pelatihan yang berlangsung pada 14–17 Juli 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Learning Management System (LMS) PJJ BDK Surabaya. Pembelajaran memadukan sesi sinkron dan asinkron untuk memperkuat pemahaman peserta sekaligus mendorong implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran IPA di madrasah.
Konsep Kurikulum Berbasis Cinta menjadi fokus pembelajaran pada sesi perdana yang berlangsung Selasa (14/7/2026). Pembahasan tersebut menegaskan KBC sebagai kompas nilai yang mengarahkan proses pembelajaran agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran IPA diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang unggul dalam sains sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Pada sesi tersebut, Widyaiswara Ahli Utama BDK Surabaya, Shodiq, menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan guru membangun karakter peserta didik melalui penguatan aspek soft skills.

“KBC adalah kompas nilai dalam pembelajaran. Kurikulum ini menguatkan aspek soft skills sehingga lulusan madrasah diharapkan menjadi manusia yang penuh cinta. Karena itu, guru harus memahami perannya, bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi role model, motivator, fasilitator, sekaligus coach yang mampu mendampingi peserta didik berkembang secara utuh,” ujar Shodiq.
Penyelenggaraan PJJ menjadi bagian dari upaya BDK Surabaya dalam menghadirkan layanan pengembangan kompetensi yang adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital. Dukungan Zoom Meeting dan LMS PJJ BDK Surabaya memungkinkan guru dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti pembelajaran secara efektif tanpa meninggalkan tugasnya di madrasah, sekaligus memperluas akses terhadap layanan pengembangan kompetensi.

Penguatan kompetensi guru melalui PJJ ini diharapkan mampu mempercepat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Dengan kompetensi yang terus berkembang, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran IPA yang tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, berempati, memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta mengamalkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Dewi
