Tak Sekadar Mengelola, Kepala BDK Surabaya Dorong Kepala Madrasah Bawa Perubahan

Surabaya — Tak cukup hanya mengelola, kepala madrasah dituntut mampu membawa perubahan dan membangun kepercayaan terhadap lembaga yang dipimpinnya. Pesan ini mengemuka saat Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, mengisi sesi materi dalam Pelatihan Kepala Madrasah di BDK Surabaya, Kamis (21/05/2026). Di hadapan peserta, ia mengajak para kepala madrasah memaknai kembali peran mereka—bukan lagi sekadar administrator, melainkan representasi utama dari kemajuan institusi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi madrasah.

Dalam paparannya, Kepala BDK Surabaya menekankan bahwa menjadi guru, terlebih kepala madrasah, merupakan profesi yang patut dibanggakan. Menurutnya, rasa bangga terhadap profesi bukan sekadar persoalan identitas, melainkan fondasi penting dalam membangun semangat kepemimpinan, integritas, serta komitmen untuk terus membawa lembaga ke arah yang lebih baik.

Kepala madrasah, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan lembaga. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap tata kelola pendidikan, kepala madrasah juga menjadi figur yang mencerminkan kualitas, budaya, dan citra lembaga di mata masyarakat. Karena itu, keyakinan terhadap potensi madrasah harus tumbuh terlebih dahulu dari pemimpinnya.

“Banggalah menjadi guru, terlebih ketika dipercaya menjadi kepala madrasah. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi kesempatan untuk menghadirkan perubahan dan membawa kemajuan bagi lembaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Transformasi dapat tumbuh dari hal-hal sederhana, seperti membangun budaya kerja positif, memperkuat identitas madrasah, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, hingga menampilkan keunggulan lembaga secara lebih percaya diri kepada masyarakat.

Di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang, kepala madrasah juga didorong untuk memiliki cara pandang yang adaptif dan visioner. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh unsur di dalamnya untuk memiliki visi serta semangat perubahan yang sama.

Melalui sesi penguatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan wawasan kepemimpinan, tetapi juga membawa semangat baru dalam memimpin madrasah masing-masing—hadir bukan sekadar sebagai pengelola, melainkan sebagai penggerak perubahan yang mampu membangun kebanggaan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.

Penulis: Dewi

Scroll to Top