
SURABAYA – Mengawali pekan pertama di bulan Mei, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan apel pagi rutin di lapangan kantor pada Senin (04/05/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menyampaikan sejumlah arahan strategis yang berfokus pada transformasi budaya kerja, peningkatan kompetensi, serta optimalisasi tata kelola lembaga.
Dalam arahannya, Muchammad Toha menekankan pentingnya implementasi etos kerja produktif melalui filosofi “One Man, One Day, One Product”. Prinsip ini mendorong setiap aparatur di lingkungan BDK Surabaya untuk memastikan adanya luaran (output) atau hasil kerja nyata yang terukur setiap harinya.
“Setiap aparatur harus memiliki kejelasan mengenai apa yang mereka kontribusikan bagi organisasi setiap harinya. Produktivitas bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi tentang dampak nyata—baik itu berupa penyelesaian tugas administratif, pelaporan yang tuntas, maupun inovasi dalam pelayanan,” tegasnya.
Akselerasi Informasi Digital dan Pengembangan SDM
Sejalan dengan upaya mengejar target performa lembaga, Kepala Balai juga menyoroti pentingnya optimalisasi teknologi informasi dan penguatan branding digital. Beliau mendorong kolaborasi yang lebih intensif antara tim Humas dengan peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mengemas publikasi lembaga menjadi lebih kreatif, edukatif, dan informatif bagi masyarakat.
Bukan hanya aspek digital eksternal, penguatan kapasitas internal pegawai juga menjadi perhatian utama. Muchammad Toha mengingatkan bahwa setiap momentum kedinasan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai wadah untuk mengasah kompetensi, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi publik seluruh jajaran pegawai.
Komitmen terhadap Ketertiban Administrasi dan Akuntabilitas
Menutup amanatnya, Kepala Balai memberikan atensi khusus pada penguatan tata kelola Barang Milik Negara (BMN). Beliau menginstruksikan unit terkait untuk terus menjaga ketertiban administrasi dan memastikan kesiapan tata kelola aset lembaga demi mendukung akuntabilitas kinerja yang unggul.
“Kerapihan administratif dan ketertiban tata kelola adalah cerminan dari profesionalitas kita sebagai lembaga negara. Melalui koordinasi yang solid di semua lini, saya optimis BDK Surabaya mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan predikatnya sebagai lembaga pelatihan pemerintah yang unggul,” pungkasnya.
Penulis: Dewi


